Persiapan Pernikahan Ep.1 - Lamaran

7:56 AM


Hello!

Obrolan soal pernikahan ini sebenarnya udah lama. Bahkan dari hari pertama memutuskan untuk jalan bareng. Aku dan Imam udah tau kalau hubungan ini akan diakhiri di jenjang pernikahan. Cuma kapannya aja yang masih di awang-awang.

Setelah ngobrol-ngobrol, akhirnya kami memutuskan untuk menikah di tahun 2019 ini. Lamaran awalnya mau di bulan September 2018, di hari anniversary kami. Tapi ternyata berhalangan, jadi diundur ke bulan Oktober 2018.

Di acara lamaran ini, kami hanya mengundang keluarga dan sahabat terdekat. Acaranya diadakan di rumahku, jadi nggak bisa terlalu heboh juga.

Memilih Catering untuk Lamaran

Kalau mau masak sendiri, kayaknya nggak bakal kepegang. Aku memutuskan untuk memesan catering aja. Setelah tanya-tanya dengan teman-teman di grup WhatsApp Blogger Tangsel, akhirnya aku mendapatkan beberapa rekomendasi catering yang bisa skala kecil di daerah Bintaro. Dari beberapa rekomendasi yang ada, aku memilih Purple Catering.

Harga sebenarnya bukan yang termurah dari semua rekomendasi, tapi Purple Catering ini paling lengkap. Selain makanan, mereka juga bisa menyediakan dekor meja, kursi, staff untuk bantu beres-beres, dan juga tenda.

Menu yang kupesan waktu itu adalah nasi liwet dengan 4 lauk, lalapan, kerupuk, jus buah, dan air mineral. Overall rasanya cukup lezat, cuma ayam gorengnya aja terlalu asin menurutku. Servis juga OK banget dan on time!


Dekorasi Lamaran

Dekorasi di dalam rumah tidak terlalu heboh, hanya kursi-kursi yang dijejer berhadapan, meja kecil dan vas bunga. Nggak ada photobooth, karena nggak tau juga mau taro di mana. Maklum, rumahku tidak terlalu besar. Hahaha!

Aku hanya memesan welcome sign berbahan kaca yang dibingkai, bertuliskan "Marga & Imam". Tanpa embel-embel "Engagement", supaya bisa dipakai lagi nanti buat dekorasi nikahan. Btw, aku pesan ini di IG @azaliaanisa, recommended banget!

Sementara foto aku dan Imam yang dicetak dan dibingkai ini adalah hadiah ulang tahun dari Riza, teman sewaktu SMA dulu. Fotonya diambil oleh sahabat kami, Tia, sewaktu liburan di Semarang kemarin. Lalu diedit sedikit warnanya olehku dengan aplikasi Lightroom. Terima kasih, Riza dan Tia!

Momen Menegangkan Saat Lamaran

Baju yang kupakai di hari lamaran itu cukup sederhana sebenarnya. Atasan brokat seragaman sewaktu sepupuku menikah. Bawahan batik seragaman sama Imam, kami beli di Thamrin City. Jadi murah karena belinya sepasang. Hahaha.

Imam dan keluarga tiba di rumahku waktu itu sekitar jam 10:00, kemudian langsung menempati kursi-kursi di ruang tamu. Ternyata rasanya (mau) dilamar itu tegang banget ya. Sewaktu dipanggil ke ruang tengah untuk menyatakan mau menerima lamaran dari Imam atau tidak, rasanya jantung kayak mau copot. Selama prosesi aku cuma cengar-cengir aja. Senyum-senyum gak beraturan.

Prosesi lamaran berjalan dengan sangat amat lancar. Kami juga tukar cincin (yang kemudian disimpan lagi di dalam kotak, karena akan dipakai saat akad nanti). Acara dilanjut dengan makan-makan, ramah-tamah, dan foto-foto. Alhamdulillah...

Foto-foto aku dan Imam setelahnya cukup sederhana, dengan handphone di taman depan rumah. Saking senangnya waktu itu, sampai lupa mau foto-foto cakep pakai kamera dan foto pakai Instax. Kami keasyikan ngobrol dengan keluarga dan tamu lain, tau-tau udah sore dan tenda udah harus dibongkar.

***

Rasanya bersyukur banget punya keluarga yang suportif. Walau budget-nya nggak besar, tapi semua terasa cukup! Kotak hantaran adalah warisan dari sepupu yang menikah beberapa tahun lalu. Kotak cincin sebenarnya ingin yang Instagramable ala-ala vintage kekinian gitu. Tapi apa daya karena budget gak mencukupi, akhirnya pakai yang ada.

Kami memanfaatkan kotak suvenir dari sebuah pernikahan mewah yang pernah didatangi. Lalu tempel hiasan bunga di atas nama mempelai. Lalu kotak cincin dari toko diletakkan di dalamnya. Tidak lupa dihias dengan props foto produk yang aku punya. Hasilnya nggak kalah cantik!

Sedikit ada rasa nggak sabar dengan persiapan-persiapan lain menuju hari-H! Mohon doanya ya ❤️

--------------------------------------------------------------------------------

Let's connect! 
I don't bite :D

Facebook | Twitter | Instagram


***

Thank you for reading,
See you on the next post! 

You Might Also Like

1 comments

  1. Perkenalkan Nama Saya Ibu Paryati Dari Tanggeran Saya Ingin Menceritakan Awal Mula Kesuksesan Saya Melaluai Pesugihan Uang Gaib MBAH GALANGSETA Awalnya Saya Ragu Mengikuti Pesugihan Uang Gaib Karna Saya Terbilang Orangnya Enggang Dengan Hal Gaib ,, Tetapi Dengan Hanya Mencoba 1 Kali Dengan Niat Besar Saya Ingin Punya Rumah Besar Di Wilayah Tangerang ,, Sungguh Sangat Luar Biasa ,, Petunjuk MBAH GALANGSETA"
    Sungguh Sangat Terbukti Nyata ,, Dengan Biaya RP.2,000,000 Saya Terbantu Dengan Dana Gaib RP.500,000,000-, Hanya Dalam Waktu Kurung Lebih 3 Jam Saja Menungguh Proses Ritualnya ,, Saya Bersaksi Bukan Muluk-Muluk Tetapi Kenyataan Yang Sebenarnya Yang Saya Alami Sungguh Terbukti Nyata Dan Jangan Takut Pesugihan Yang Dilakukan MBAH GALANGSETA Aman Dan Terpecaya Tanpa Tumbal Tanpa Resiko Bener-Bener Nyata ,, Terima Kasih MBAH GALANGSETA" Bagi Anda Yang Ingin Merubah Nasib Seperti Saya Melalui Pesugihan Uang Gaib Silahkan Hubungi MBAH GALANGSETA di No.HP/Imo/Whatsapp(wa): 0853 3563 3089 Atau Untuk Lebih Jelasnya KLIK DISINI
    ,, Saya Mengucapkan Banyak-Banyak Terima Kasih Atas Bantuan Anda ... Matur Suwun

    ReplyDelete